Bek tengah Tim Nasional Prancis Maxence Lacroix Bergabung ke Chelsea
Inggris :Setelah penampilan impresifnya di Piala Dunia bersama Prancis, Maxence Lacroix akan meninggalkan Crystal Palace untuk bergabung dengan Chelsea.
Bagi Maxence Lacroix, segala sesuatunya sepertinya bergerak cepat pada musim panas ini. Setelah mewujudkan dua impiannya—mengenakan seragam Tim Nasional Prancis dan tampil di Piala Dunia 2026—bek Crystal Palace ini segera mengambil langkah besar berikutnya dalam kariernya dengan bergabung bersama klub besar.
Pertama kali dilaporkan oleh L’Equipe pada 26 Juni lalu, proses transfer Lacroix ke Chelsea telah memasuki tahap akhir, sebagaimana dikonfirmasi oleh media Inggris pada hari Jumat (24/7/2026) malam.
Palace merekrut Lacroix dari klub Bundesliga Jerman, Wolfsburg, pada Agustus 2024 dengan biaya awal sebesar 15,5 juta poundsterling, ditambah potensi biaya tambahan senilai 2,6 juta poundsterling.
Ia kemudian berhasil memantapkan dirinya sebagai salah satu bek tengah paling konsisten di Liga Premier Inggris. Pemain berusia 26 tahun itu merupakan pemain reguler di bawah asuhan Oliver Glasner pada musim lalu, dengan mencatatkan 55 penampilan di semua kompetisi saat Palace menjuarai UEFA Conference League—trofi Eropa utama pertama bagi klub tersebut.
Lacroix juga tampil dalam kemenangan Palace di ajang Community Shield melawan Liverpool dan turut membantu The Eagles menjalani musim yang solid di Liga Premier.
Berkat performanya, Lacroix berhasil menembus skuad Prancis untuk Piala Dunia 2026. Ia tampil sebanyak tiga kali sepanjang turnamen, termasuk sebagai starter saat melawan Norwegia dan Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga, dengan Les Bleus akhirnya finis di posisi keempat.
Melihat performa impresifnya di klub dan Timnas Prancis (total 7 penampilan), tidak mengherankan jika Palace meminta Chelsea memberikan sekitar 60 juta poundsterling untuk transfer Lacroix dengan durasi kontrak enam tahun (sampai 2032)
Alasan Chelsea Menginginkan Lacroix
Chelsea mengincar Lacroix setelah ia tampil mengesankan selama dua musim di sepak bola Inggris. Pada musim Liga Premier 2025-26, ia menjadi satu-satunya pemain yang mencatatkan setidaknya 50 tekel (dari total upaya 60), 200 kemenangan duel (204), dan 250 sapuan bola (252).
Dengan postur setinggi 193 cm (6 kaki 4 inci), Lacroix memadukan kekuatan duel udara dengan kecepatan pemulihan posisi yang luar biasa. Sejak didatangkan dari Wolfsburg pada tahun 2024, ia tercatat sebagai salah satu dari lima bek tengah tercepat di Liga Premier, dengan kecepatan puncak mencapai 35,81 km/jam (22,3 mil/jam).
Kemampuan atletis tersebut tecermin dalam statistik pertahanannya. Selama dua musim terakhir di Liga Premier, Lacroix mencatatkan tingkat keberhasilan terbaik dalam situasi bertahan satu lawan satu di antara para pemain yang menghadapi setidaknya 50 duel semacam itu, dengan keberhasilan merebut kembali penguasaan bola sebesar 50,5%.
Lacroix juga memiliki fleksibilitas taktis. Ia nyaman bermain dalam formasi empat bek maupun tiga bek. Lacroix memang menghabiskan dua musim bermain dalam skema tiga bek asuhan Oliver Glasner di Crystal Palace. Namun ia juga telah membuktikan kemampuannya bermain secara efektif dalam formasi empat bek yang lebih konvensional.
Kemampuan beradaptasi ini memberikan opsi tambahan bagi Chelsea, mengingat pelatih kepala The Blues yang baru, Xabi Alonso, pernah menerapkan kedua sistem tersebut sepanjang karier kepelatihannya.(*)
