Kisah Pangeran Kornel dan Cadas Pangeran
Bandung : Cadas Pangeran adalah salah satu jalan yang biasa dilewati ketika akan menuju ke Sumedang, jawa Barat. Jalur yang dikenal juga dengan “jalur Tengkorak”, karena tebing yang terjal dan sering terjadi Kecelakaan dan longsor, terutama saat musim hujan.
![]() |
| ilustrasi gambar lukisan Pangeran Kornel sedang menjabat tangan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels dengan menggunakan tangan kiri sumber foto: goodnewsfromindonesia.id / google |
Jalur Cadas Pangeran di Sumedang, Jawa Barat, adalah ruas jalan raya bersejarah sepanjang 3 km yang terkenal dengan medan ekstrem berkelok-kelok, diapit tebing cadas dan jurang dalam. Dikutip dari laman Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumedang tentang Sejarah Cadas Pangeran.
Sejarah Cadas Pangeran dibangun pada tahun 1808 oleh kolonial belanda dengan pimpinan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Pada saat itu Deandels berambisi untuk membangun akses jalan penghubung di Pulau Jawa, dari Anyer sampai Panarukan, dari barat sampai ke timur.
Kekejaman pada masa pembangunan Cadas Pangeran Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels memerintahkan warga Sumedang, dari Garut, Tasikmalaya, Subang dan Indramayu. Dikarenakan rakyat / warga dikerjakan layaknya kerja rodi atau paksa sehingga banyak ribuan pekerja yang tewas Karena kelaparan dan penyakit mamalia.
Isu kerja paksa jalan Cadas Pangeran sempat di dengar oleh Pangeran Kornel yaitu julukan untuk Raden Adipati Kusumahdinata IX, Bupati Sumedang yang memerintah tahun 1791–1828. Gelar “Kornel” diberikan oleh Belanda karena posisinya sebagai kolonel tituler, yang kemudian dilafalkan oleh masyarakat Sunda menjadi "Kornel".
Isu Kerja paksa yang banyak menelan korban tersebut membuat Pangeran kornel pergi untuk mendatangi kawasan tersebut dan bertemu dengan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Saat pertemuan inilah terjadi peristiwa unik yang hari ini disebut aksi heroik Pangeran Kornel, hingga momennya diabadikan menjadi monumen yang sekarang disimpan di pintu masuk Jalan Cadas Pangeran (dari arah Bandung, menuju Sumedang).
Pangeran Kornel malah menerima jabatan tangan itu dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya hendak menghunus keris di pinggang bagian kanan. Ini yang membuat bangga, karena Pangeran Kornel tidak gentar meskipun yang dihadapinya saat itu merupakan Jenderal Belanda yang dikenal bengis.(*)
