Sawah di Subang Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen
Subang: Ratusan hektare area persawahan di Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, terendam banjir akibat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini membuat para petani khawatir terancam gagal panen dan mengalami kerugian.
Sebagian besar sawah yang terdampak banjir diketahui telah ditanami padi dengan usia tanaman berkisar antara satu hingga sepuluh hari. Namun, masih banyak pula lahan yang belum dapat ditanami karena genangan air belum juga surut.
Genangan air terjadi akibat meluapnya sungai yang berada di sekitar area persawahan, terutama di wilayah dataran rendah. Selain itu, banjir diperparah oleh buruknya sistem drainase yang tidak berfungsi optimal.
"Di desa kami, area pesawahan hampir merata terendam, lebih dari seratus hektare. Selain akibat sungai di sekitar sawah meluap, juga karena saluran air tidak berfungsi dengan lancar," ujar salah seorang petani setempat, Tarkim, pada Selasa, 20 Januari 2026.
Para petani berharap genangan air segera surut agar proses tanam dapat kembali dilakukan secara merata. Mereka khawatir jika banjir berlangsung lama, akan terjadi keterlambatan musim tanam yang berdampak pada menurunnya hasil panen.
Sementara itu, petani yang sawahnya telah ditanami padi terus memantau kondisi tanaman muda agar tidak rusak akibat genangan air yang berlebihan. Jika banjir tidak segera surut, petani terancam gagal panen dengan potensi kerugian mencapai Rp5 juta hingga Rp7 juta per hektare.(*)


