Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Menko Pangan: Penurunan Harga Pupuk Jadi Langkah Nyata Sejahterakan Petani

Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan, mengapresiasi terobosan Kementerian Pertanian menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen. Kebijakan ini dilakukan tanpa menambah anggaran subsidi dari negara.
Menko Pangan: Penurunan Harga Pupuk Jadi Langkah Nyata Sejahterakan Petani

“Ini kabar gembira. Ini terobosan Mentan dan Dirut Pupuk, dengan subsidi tetap harga bisa turun 20 persen," ujarnya, usai Rapat Koordinasi Serap Gabah dan Beras 2026 serta Penandatanganan Komitmen Bersama Antara Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog, Senin (12/1/26).

Menko Pangan, mengungkapkan bahwa reformasi tata kelola pupuk membuat penyaluran menjadi lebih efisien dan tepat sasaran. Ia mencontohkan, harga pupuk urea 50 kilogram turun dari Rp112.500 menjadi Rp95.000.

Penurunan harga tersebut berlaku untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi di Indonesia. Kebijakan ini menjadi pertama kalinya harga pupuk subsidi resmi diturunkan oleh pemerintah.

Ia mengatakan, perubahan skema pupuk juga membuka peluang pembangunan hingga tujuh pabrik baru. Perubahan sistem dari cost plus menjadi market to market meningkatkan efisiensi industri pupuk.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan, kebijakan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya memastikan pupuk tersedia tepat waktu dan terjangkau bagi petani.

Penurunan harga pupuk berlaku mulai 22 Oktober 2025. Kebijakan ini tertuang dalam keputusan resmi Menteri Pertanian terkait harga eceran tertinggi pupuk.

“Kami memangkas rantai distribusi. Kemudian, menurunkan harga pupuk 20 persen tanpa menambah subsidi APBN," jelasnya.

Pemerintah menilai kebijakan ini membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan produktivitas pertanian. Langkah tersebut juga memperkuat daya saing industri pupuk nasional.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads