Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Menkes Pastikan Superflu H3N2 Tidak Berbahaya seperti Covid-19

Jakarta: Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penyakit yang belakangan dikenal sebagai superflu atau H3N2 bukanlah virus baru dan tidak berbahaya seperti Covid-19. Virus tersebut sudah lama beredar di masyarakat dan pada umumnya dapat ditangani oleh sistem kekebalan tubuh manusia.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin

"Ini bukan virus baru seperti Covid-19. H3N2 sudah bertahun-tahun beredar. Jadi sistem imun kita sebenarnya sudah mengenalnya," kata Budi kepada, Senin, 12 Januari 2026.

Menurut Menkes, meski tingkat penularan H3N2 tergolong tinggi, namun tingkat kematiannya sangat rendah. Ia menjelaskan bahwa karakter virus yang cepat menular biasanya justru memiliki daya bunuh yang lemah.

"Virus itu ingin tetap hidup. Kalau inangnya cepat meninggal, virus juga ikut mati. Karena itu, virus biasanya bermutasi menjadi lebih lemah, tapi lebih cepat menyebar," jelasnya.

Kemudian, ia membandingkan dengan varian Omicron pada Covid-19 yang sangat cepat menular, tetapi tingkat keparahannya jauh lebih rendah dibandingkan varian sebelumnya.

"Omicron itu sebagai versi yang terakhir, itu penularannya cepat sekali, lebih cepat dari delta," ucapnya.

Adapun terkait adanya laporan satu pasien meninggal dunia akibat superflu di Bandung, Menkes menegaskan bahwa kematian tersebut bukan disebabkan langsung oleh virus H3N2.

"Yang di Bandung itu meninggal karena penyakit lain yang memang sudah diderita sebelumnya. Bukan karena flu. Jadi flunya hanya bersamaan saja," ungkapnya.

Demikian, Menkes mengimbau masyarakat agar tidak panik berlebihan menghadapi merebaknya superflu. Selama kondisi tubuh dalam keadaan sehat, virus H3N2 umumnya bisa ditangani oleh sistem imun tanpa perlu penanganan khusus.

"Tidak perlu khawatir seperti saat Covid-19. Ini flu biasa yang memang menular cepat, tapi tidak mematikan," tuturnya.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads