Swasembada Pangan Berhasil Dicapai dalam Waktu Satu Tahun
Jakarta : Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target yang sebelumnya diperkirakan membutuhkan waktu empat hingga lima tahun. Menurut Prabowo, capaian tersebut berhasil diwujudkan hanya dalam waktu satu tahun melalui kebijakan pemerintah dan kerja keras seluruh pihak.
"Karena kebijakan-kebijakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan akan kita capai dalam 4 sampai 5 tahun, ternyata berhasil capai dalam waktu 1 tahun," kata Prabowo Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026 di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah melakukan penyederhanaan aturan dalam penyaluran pupuk. Sebanyak 145 aturan penyaluran pupuk dihapus sehingga distribusi pupuk dapat dilakukan dengan lebih sederhana.
Selain itu, pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen. Prabowo menyebut penurunan harga pupuk tersebut merupakan yang pertama kali terjadi dalam sejarah Republik Indonesia.
"Sebanyak 145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan. Harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia," ujarnya.
Menurut Prabowo, kebijakan tersebut tidak hanya memberikan dampak terhadap petani melalui penurunan harga pupuk, tetapi juga terjadi peningkatan keuntungan pada PT Pupuk Indonesia. Ia menyebut keuntungan perusahaan tersebut meningkat hingga 252,8 persen.
"Tetapi pada saat yang bersamaan, keuntungan PT Pupuk Indonesia naik 252,8 persen," kata Prabowo.
Delapan Komoditas Swasembada
Prabowo mengatakan, berbagai kebijakan tersebut turut mendorong pencapaian swasembada pada delapan komoditas pangan pada tahun ini.
Kedelapan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
"Dan karena itu tahun ini kita sudah swasembada 8 komoditas pangan. Kita telah swasembada beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit," ujar Prabowo.
Presiden menilai capaian tersebut merupakan bagian dari janji yang telah ditunaikan pemerintah. Ia mengatakan hasil tersebut menunjukkan bahwa berbagai persoalan yang selama puluhan tahun dianggap rumit dapat mulai diselesaikan melalui keberanian mengambil keputusan, kerja keras, serta gotong royong.
"Ini ada bagian dari janji yang ditunaikan Presiden. Dalam waktu kurang dari 2 tahun, kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras, dengan hati yang tulus, kehendak yang jelas, dan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit, atau terlalu rumit dapat kita mulai diselesaikan," kata Prabowo.
Selain sektor pangan, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah mengambil dan menjalankan berbagai kebijakan transformatif untuk menyelesaikan persoalan negara.
Ia mengatakan, dalam 21 bulan atau tepatnya 663 hari hingga saat ini, pemerintah yang dipimpinnya telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif. Sebagian kebijakan tersebut ditujukan untuk menyelesaikan persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
"Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, Pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak diselesaikan," ujar Prabowo.
Dengan jumlah tersebut, Prabowo menggambarkan kecepatan pemerintah dalam mengambil keputusan strategis. Menurut dia, pemerintah rata-rata telah menetapkan satu kebijakan transformatif setiap lima hari.
"Artinya kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari," kata Prabowo.(*)
