Permainan Tradisional Kembali Hidup di Tengah Semarak Kemerdekaan
Yogyakarta: Beragam cara dilakukan masyarakat untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satunya dengan mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda.
Di Kampung Sanggrahan, Ringinharjo, Bantul, Yogyakarta, puluhan anak diajak meninggalkan gawai sejenak untuk bermain berbagai permainan tradisional warisan leluhur, seperti dakon, engklek, cublak-cublak suweng, lompat tali, hingga egrang.
Gelak tawa dan keceriaan anak-anak pun mewarnai kegiatan Dolanan Anak. Tanpa layar gawai di genggaman, mereka menikmati kebersamaan sekaligus mengenal kembali permainan tradisional yang kini semakin jarang dimainkan.
Dalam permainan dakon, anak-anak dilatih untuk bersabar, teliti, dan menyusun strategi saat memindahkan biji dari satu lubang ke lubang lainnya. Sementara permainan engklek mengasah ketangkasan dan keseimbangan tubuh.
Semangat dan keberanian anak-anak juga terlihat saat mencoba permainan lompat tali dan egrang bambu. Adapun permainan cublak-cublak suweng menjadi sarana untuk membangun kebersamaan dan menciptakan suasana bermain yang penuh keceriaan.
Ketua Panitia Dolanan Anak, Sapto Pamungkas, mengatakan kegiatan tersebut digelar agar anak-anak tidak hanya mengenal, tetapi juga mempraktikkan secara langsung permainan tradisional.
"Kami mengadakan kegiatan ini agar anak-anak paham dan kenal, serta mempraktikkan dan memainkan langsung permainan tradisional ini di momen yang sangat istimewa, yaitu Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, untuk menciptakan rasa nasionalisme," ujar Sapto Pamungkas, dikutip Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurutnya, momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali permainan tradisional sekaligus mengenalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya kepada generasi muda.
Kegiatan tersebut juga menjadi alternatif bagi anak-anak untuk mengurangi ketergantungan terhadap gawai dan permainan digital. Selain menyenangkan, permainan tradisional dinilai mampu melatih aktivitas fisik, ketangkasan, kerja sama, hingga keberanian.
Salah seorang peserta Dolanan Anak, Nadine Elmyra Shanum, mengaku senang dapat memainkan permainan tradisional bersama teman-temannya.
"Ternyata permainan tradisional menyenangkan. Selain melatih kerja sama, juga membuat tubuh kita sehat. Lewat gelak tawa dan cucuran keringat di tanah lapang, jiwa nasionalisme dan cinta Tanah Air dipupuk sejak dini," ujar Nadine.
Melalui permainan tradisional, semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air ditanamkan sejak dini. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk turut menjaga identitas serta warisan budaya bangsa agar tetap lestari dan tidak tergerus perkembangan zaman.(*)
