Regional Mapag Cai di Rajagaluh Jadi Momentum Pelestarian Budaya
Majalengka : Upaya menjaga kelestarian budaya dan tradisi daerah terus mendapat perhatian dari berbagai elemen, termasuk TNI. Hal itu terlihat dari kehadiran Danramil 1709/Rajagaluh Kodim 0617/Majalengka, Kapten Inf Aceng Junandi, dalam pelaksanaan tradisi Mapag Cai yang diselenggarakan Pemerintah Desa Teja di kawasan Citu Ciranca, Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka
Tradisi Mapag Cai merupakan salah satu kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan sumber air yang menjadi penopang kehidupan masyarakat, terutama bagi sektor pertanian. Selain memiliki makna spiritual, tradisi ini juga menjadi momentum mempererat persatuan dan kebersamaan warga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan sambutan dari Ketua Panitia, Bupati Majalengka, serta Kepala Desa Teja. Acara kemudian diteruskan dengan ramah tamah dan ditutup dengan doa bersama.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Majalengka, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka, anggota DPRD Kabupaten Majalengka, Camat Rajagaluh, Danramil 1709/Rajagaluh Kapten Inf Aceng Junandi, Kapolsek Rajagaluh, Kepala Puskesmas Rajagaluh, Koordinator BPP Kecamatan Rajagaluh, para kepala desa se-Kecamatan Rajagaluh, jajaran APDES Desa Teja, pengurus lembaga desa, BUMDes, Karang Taruna, ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ratusan warga.
Kapten Inf Aceng Junandi menegaskan bahwa keberadaan TNI dalam kegiatan adat merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya yang menjadi identitas bangsa. Menurutnya, tradisi seperti Mapag Cai mengandung nilai-nilai luhur yang perlu terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Tradisi budaya merupakan aset bangsa yang memiliki nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur. Karena itu, pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama, termasuk melalui dukungan dari TNI agar budaya lokal tetap hidup di tengah masyarakat," ujar Danramil, dalam keterangannya, Minggu 26 Juli 2026.
Melalui penyelenggaraan Mapag Cai, masyarakat diharapkan semakin termotivasi untuk mempertahankan warisan budaya daerah sekaligus menanamkan kecintaan terhadap tradisi kepada generasi muda, sehingga nilai-nilai kearifan lokal di Kabupaten Majalengka tetap terjaga di masa mendatang.(*)
