Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Kapan Terjadinya Andropause pada Pria? Ini Penjelasannya

Karawang : Tak hanya wanita saja yang bisa alami menopause, pria juga bisa mengalami apa yang dinamakan andropause. Lalu andropause pada pria kapan mulai terjadi? (19/7/26)

Kapan Terjadinya Andropause pada Pria? Ini Penjelasannya
Kapan Terjadinya Andropause pada Pria? Ini Penjelasannya

Andropause sendiri merupakan kondisi penurunan hormon testosteron secara bertahap seiring bertambahnya usia.

Kondisi ini dapat ditandai dengan beberapa gejala fisik, seperti berkurangnya massa otot, penumpukan lemak, hingga tubuh yang mudah lelah, bahkan hingga alami perubahan suasana hati dan kondisi psikologis.

Namun, masih banyak pria yang tak menyadari gejala andropause karena sering dianggap sebagai bagian biasa dari proses penuaan atau efek kelelahan akibat aktivitas sehari-hari.

Menurut laman Marion Gluck Clinic, Jumat (17/7/26), kadar testosteron pada pria mulai menurun secara bertahap sejak usia 30 tahun dengan laju sekitar satu persen per tahun. Penurunan tersebut sebenarnya wajar karena merupakan bagian alami dari proses penuaan.

Namun ketika kadar testosteron turun terlalu rendah, kondisi itu dapat memicu munculnya andropause. Sebagian besar pria mulai merasakan gejala andropause pada akhir usia 40-an hingga awal 50-an.

Akan tetapi, gejala andropause juga bisa muncul lebih cepat jika kadar testosteron turun di bawah batas normal akibat faktor tertentu. Misalnya karena obesitas, stres berkepanjangan, atau gaya hidup yang kurang sehat.

Namun, tak semua pria mengalami penurunan testosteron yang signifikan seiring bertambahnya usia. Sebagian pria masih memiliki kadar testosteron yang normal hingga usia lanjut.

Diperkirakan sekitar 30 persen pria berusia 50-an mengalami gejala andropause. Apakah seseorang mengalaminya atau tidak, dipengaruhi oleh berbagai faktor, dari dalam atau luar tubuh.

Hingga kini, belum ada satu penyebab pasti yang menjelaskan mengapa andropause terjadi pada pria. Selain faktor usia, beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko munculnya gejala andropause.

Misalnya karena stres, kecemasan, pola makan yang kurang sehat, serta konsumsi alkohol berlebihan dapat memperparah penurunan testosteron dan memicu munculnya berbagai gejala.

Tak hanya itu, kondisi medis tertentu, seperti hipogonadisme onset lambat, juga dapat menjadi penyebab andropause. Kondisi itu terjadi ketika testis menghasilkan hormon testosteron dalam jumlah yang sangat sedikit atau bahkan tidak memproduksinya sama sekali.(*)

Hide Ads Show Ads