Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

AS Dukung Pakistan Bela Diri Hadapi Taliban

Washington DC ; Ketegangan Perbatasan Meningkat, Kabul Tawarkan Dialog Usai Serangan Udara Islamabad.
Foto: The Guardian

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi menyatakan dukungannya terhadap hak Pakistan untuk mempertahankan diri menyusul eskalasi konflik bersenjata di wilayah perbatasan Afghanistan.

 Pernyataan ini muncul setelah Islamabad melancarkan serangkaian serangan udara ke beberapa kota besar di Afghanistan sebagai respons atas meningkatnya aktivitas militan.

Ketegangan antara dua negara tetangga ini mencapai titik didih baru setelah militer Pakistan membombardir wilayah Kabul, Kandahar, hingga Paktia. 

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Mohammad Asif, menegaskan bahwa negaranya kini berada dalam kondisi "perang terbuka" karena kesabaran terhadap gangguan keamanan lintas batas telah habis.
  
Tawaran Diplomasi di Tengah Konflik
Meskipun situasi di lapangan memanas, pihak Taliban di Kabul memberikan sinyal untuk menurunkan tensi. 

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menyatakan bahwa pihaknya lebih mengutamakan jalan diplomasi dibandingkan konfrontasi militer.

"Emirah Islam Afghanistan selalu berupaya menyelesaikan setiap perselisihan melalui meja perundingan. 

Saat ini pun, kami tetap menginginkan penyelesaian masalah ini lewat dialog," ujar Mujahid dalam pernyataan resminya pada Jumat 27 Februari 2026.

Dukungan Diplomatik dan Tekanan Internasional

Sikap tegas Washington disampaikan oleh Under Secretary of State AS, Allison Hooker, setelah berkomunikasi dengan Sekretaris Luar Negeri Pakistan, Amna Baloch.

 Melalui platform media sosial X, Hooker menekankan bahwa AS terus memantau situasi dengan saksama dan mendukung langkah Pakistan dalam menghadapi serangan kelompok Taliban.

Di sisi lain, komunitas internasional termasuk Inggris dan Uni Eropa menyatakan keprihatinan mendalam. 

Perwakilan Tinggi Uni Eropa, Kaja Kallas, mendesak kedua belah pihak untuk segera menghentikan permusuhan dan mematuhi hukum kemanusiaan internasional.

"Kami meminta otoritas de facto Afghanistan untuk mengambil tindakan nyata guna memastikan wilayah mereka tidak digunakan sebagai basis serangan teror ke negara lain," tegas Kallas yang dikutip The Guardian.

Latar Belakang Ketegangan

Konflik terbaru ini dipicu oleh serangan pasukan Afghanistan terhadap penjaga perbatasan Pakistan, yang diklaim Kabul sebagai aksi balasan atas serangan udara sebelumnya.

 Pakistan menuduh Taliban melindungi kelompok militan yang kerap melakukan aksi teror di tanah Pakistan, sebuah tuduhan yang berulang kali dibantah oleh Kabul.

Hingga berita ini diturunkan, upaya mediasi internasional terus didorong guna mencegah konflik meluas menjadi perang regional yang lebih besar, mengingat kegagalan perundingan damai di Istanbul pada akhir tahun lalu.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads