Indonesia Siapkan Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran ke Kroasia
Karawang : Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan kerja sama penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Kroasia. Salah satu tahapan yang dilakukan yakni konsolidasi dokumen nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua negara.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani mengatakan, konsolidasi dokumen dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Zagreb. Dokumen tersebut memuat masukan dari Indonesia dan Kroasia.
"Konsolidasi kami lakukan bersama Kementerian Luar Negeri dan KBRI Zagreb agar dokumen dapat dipersiapkan dan disampaikan pada counterpart di Kroasia," ujar Christina dalam keterangan tertulis,Sabtu, 26 September 2026.
Kemudian, Christina menyampaikan bahwa kerja sama tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar penempatan PMI, khususnya di sektor hospitality. Menurutnya, Kroasia merupakan salah satu negara tujuan wisata yang memiliki kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut, terutama saat musim panas.
Karena itu, Christina menekankan pentingnya menyiapkan calon PMI dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja di Kroasia. Salah satunya melalui penguatan kemampuan bahasa Inggris.
Lebih lanjut, ia menyebut pengalaman negara lain, seperti Filipina, menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu aspek penting bagi pekerja migran yang bekerja di Kroasia.
"Dari pertemuan tadi, Bu Dubes menyampaikan peluang di sektor hospitality tetap terbuka. Karena itu, kompetensi pekerja migran harus disiapkan sesuai dengan kebutuhan pasar, termasuk kemampuan berbahasa Inggris dengan baik," katanya.
Selain kemampuan kerja dan bahasa Inggris, calon PMI juga perlu mendapatkan pembekalan mengenai budaya serta bahasa dasar Kroasia. Hal ini dinilai penting agar pekerja dapat berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan sosial selama berada di negara penempatan.
"Termasuk kemampuan dasar bahasa Kroasia agar pekerja migran dapat berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan sosial selama berada di negara penempatan," jelasnya.
Menurut Christina, penyiapan kompetensi berdasarkan kebutuhan negara tujuan tersebut sejalan dengan Program Direktif Presiden Prabowo Subianto, SMK Go Global.
Program tersebut diarahkan untuk menyiapkan calon pekerja dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan atau permintaan pasar kerja di negara tujuan.
Kementerian P2MI selanjutnya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI Zagreb untuk menyelesaikan dokumen kerja sama sebelum diajukan ke tahap pembahasan berikutnya.
"Kami tentu berharap dukungan KBRI Zagreb dan Kementerian Luar Negeri agar konsolidasi ini dapat segera diselesaikan, paling lambat akhir Oktober," ucapnya.(*)
