Akibat Kemarau Panjang Saluran Irigasi Kering, Sejumlah Arema Pertanian di Subang Terancam Gagal Panen
Subang : Musim kemarau panjang yang diprediksi BMKG pada 2026 telah mengakibatkan sejumlah saluran irigasi di wilayah Kabupaten Subang mengering. Kondisi tersebut paling parah terjadi di 15 kecamatan yang sebagian besar berada di wilayah Pantura.
![]() |
| Dampak kemarau panjang, sejumlah irigasi di Subang kering, mengakibatkan areal pertanian di 15 kecamatan terancam gagal panen. |
"Kemarau panjang tahun ini berdampak pada ketersediaan air irigasi. Beberapa saluran utama, sudah mengalami kekeringan," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Subang, Enda, di Subang, Selasa 28 Juli 2026.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Pusakajaya, Pusakanagara, Legonkulon, Patokbeusi, Blanakan, Compreng, Cipunegara, Pabuaran, dan Cipeundeuy. Selain itu kekeringan juga melanda Pagaden Barat, Subang, Tanjungsiang, Cisalak, Dawuan, dan Sagalaherang.
"Daerah Pantura menjadi yang paling terdampak, karena ketergantungannya tinggi pada air irigasi untuk pertanian," jelasnya.
Akibat saluran irigasi yang mengering, areal persawahan milik petani mulai retak dan kekurangan air. Jika kondisi ini terus berlanjut, petani terancam mengalami gagal panen pada musim tanam kali ini.
"Saat ini areal pertanian mulai mengering. Kami khawatir ini akan berdampak pada produksi, dan ketahanan pangan daerah," ujarnya Kabid Darlog BPBD.
BPBD Kabupaten Subang mengimbau masyarakat dan petani, untuk melakukan penghematan air serta berkoordinasi dengan dinas terkait. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipasi, untuk membantu wilayah yang terdampak kekeringan.
"Kami terus memantau perkembangan di lapangan, dan berkoordinasi dengan OPD terkait, untuk penanganan lebih lanjut," pungkasnya.(*)
