Tiongkok Tegaskan Dukungan Terhadap Kedaulatan Iran
Beijing ;Beijing desak gencatan senjata segera guna cegah eskalasi konflik regional di Timur Tengah.
Pemerintah Tiongkok secara resmi menyatakan kembali dukungannya terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, dalam komunikasi via telepon dengan mitranya dari Iran, Abbas Araghchi, pada Senin,1 Maret 2026 waktu setempat.
Dalam pembicaraan tersebut, Wang Yi menegaskan posisi strategis Beijing yang tetap berdiri di samping Teheran.
Ia menyatakan bahwa Tiongkok mendukung penuh upaya Iran dalam menjaga kedaulatan, keamanan, serta integritas wilayahnya.
"Tiongkok mendukung Iran dalam menegakkan hak-hak dan kepentingan sah mereka secara hukum," demikian bunyi pernyataan resmi yang dirilis melalui laman resmi Kementerian Luar Negeri Tiongkok.
Desakan Gencatan Senjata
Selain menyatakan dukungan kepada Teheran, Beijing juga mengirimkan pesan keras kepada Washington dan Tel Aviv. Wang Yi mendesak Amerika Serikat dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer guna mencegah konflik meluas ke seluruh kawasan.
“Tiongkok telah mendesak AS dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer, mencegah eskalasi ketegangan lebih lanjut, dan menghentikan konflik agar tidak menyebar hingga menelan seluruh Timur Tengah,” tegas Wang.
Diplomasi Multipihak
Langkah diplomatik Beijing tidak berhenti pada Iran. Pada hari yang sama, Wang Yi juga menjalin komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, serta Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi.
Kepada Menlu Prancis, Wang menekankan bahwa kekuatan militer tidak seharusnya digunakan secara sewenang-wenang untuk menyerang negara lain.
Sementara itu, dalam pembicaraan dengan Oman, ia memuji peran Muscat sebagai mediator dan kembali menyerukan pentingnya gencatan senjata dini.
Ketegangan di kawasan ini mencapai titik kritis setelah serangkaian serangan udara gabungan AS-Israel sejak Sabtu lalu, yang dilaporkan telah menewaskan sejumlah pejabat tinggi.
Eskalasi ini telah memicu respons balasan dari Teheran berupa serangan pesawat tak berawak dan rudal ke situs-situs yang terkait dengan kepentingan AS di negara-negara Teluk.
Data dari Bulan Sabit Merah Iran menunjukkan dampak kemanusiaan yang signifikan, dengan jumlah korban jiwa akibat serangan udara AS dan Israel dilaporkan mencapai 555 orang sejak akhir pekan lalu.(*)

