Konflik Regional Meluas, Israel Gempur Teheran Lagi
Teheran : Serangan Udara Masif Sasar Iran di Tengah Evakuasi Paksa Warga Beirut
![]() |
| Asap membubung dari lokasi serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada 13 Maret [Foto: AFP]. |
Eskalasi militer di Timur Tengah mencapai titik kritis baru setelah militer Israel mengumumkan dimulainya gelombang serangan udara "skala luas" terhadap ibu kota Iran, Teheran Jumat 13 Maret 2026.
Operasi ini berlangsung nyaris bersamaan dengan perintah evakuasi paksa yang dikeluarkan Israel bagi warga sipil di Beirut, Lebanon, menyusul rangkaian serangan udara baru yang menghantam pusat kota tersebut.
Situasi keamanan di kawasan kian memburuk setelah kantor berita resmi Oman melaporkan jatuhnya sebuah pesawat tak berawak (drone) di Provinsi Sohar.
Insiden tersebut dilaporkan telah merenggut nyawa dua orang warga sipil, menambah daftar panjang korban non-kombatan dalam konflik yang terus meluas ini.
Pernyataan Perdana Mojtaba Khamenei
Di tengah gempuran yang menargetkan jantung pemerintahan Iran, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, merilis pernyataan resmi pertamanya sejak menggantikan mendiang ayahnya, Ali Khamenei.
Dalam pidato yang bernada tegas, ia menuntut penutupan pangkalan militer yang menampung pasukan Amerika Serikat di seluruh kawasan.
"Pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan AS di wilayah ini harus segera ditutup, atau serangan akan terus berlanjut," tegas Mojtaba Khamenei dalam pernyataan tertulisnya.
Eskalasi di Arab Saudi dan Krisis Kemanusiaan
Ketegangan tidak hanya terbatas pada poros Teheran-Tel Aviv. Pemerintah Arab Saudi mengonfirmasi bahwa pertahanan udara mereka berhasil menjatuhkan delapan drone tambahan yang menyasar wilayah tengah dan timur kerajaan, termasuk wilayah ibu kota Riyadh.
Belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan, namun insiden ini menunjukkan jangkauan konflik yang kian tidak terprediksi.
Secara kemanusiaan, dampak perang ini telah mencapai level yang memprihatinkan. Badan Pengungsi PBB (UNHCR) melaporkan bahwa sekitar 3,2 juta orang telah kehilangan tempat tinggal di Iran akibat rangkaian serangan udara sejak pecahnya perang pada 28 Februari lalu.
Krisis ini terus berkembang dengan sangat cepat. Untuk mendapatkan data korban terbaru dan perkembangan terkini dari seluruh titik konflik di kawasan, pantau terus pembaruan langsung kami melalui laman live tracker resmi.()

