Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

787 Orang Tewas dalam Serangan AS-Israel ke Iran, Konflik Meluas ke 153 Wilayah

Teheran; Sedikitnya 787 orang dilaporkan meninggal dunia akibat rangkaian serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Data tersebut disampaikan oleh Iranian Red Crescent Society seiring konflik yang telah memasuki hari keempat.

787 Orang Tewas dalam Serangan AS-Israel ke Iran, Konflik Meluas ke 153 Wilayah

Sebelumnya, lembaga kemanusiaan itu mencatat 201 korban tewas dan 747 orang luka-luka. Namun, jumlah korban meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir. Total kematian bahkan disebut melonjak menjadi 550 orang hanya dalam dua hari setelah pembaruan data awal.

Bulan Sabit Merah Iran menyatakan sedikitnya 1.039 serangan telah terjadi di berbagai wilayah negara tersebut. Konflik dilaporkan telah berdampak pada 153 county atau wilayah administratif di Iran, sebagaimana dikutip dari laporan Al Jazeera, Selasa, 3 Maret 2026.

Di antara korban tewas terdapat 13 tentara Iran yang gugur dalam serangan terhadap pangkalan militer di Provinsi Kerman, bagian selatan negara itu. Militer Iran menyebut pangkalan tersebut menjadi sasaran serangan udara gabungan.

Selain itu, lima personel angkatan udara dan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan tewas dalam serangan di Kota Jam dan Dir, Provinsi Bushehr.

Eskalasi juga terjadi di Lebanon. Israel dilaporkan melanjutkan serangan terhadap ibu kota Beirut selama dua hari berturut-turut, membuka front baru dalam konflik regional.

Juru bicara militer Israel Nadav Shoshani menyatakan penempatan tambahan pasukan dilakukan di wilayah perbatasan untuk melindungi warga sipil dan mencegah serangan dari Hizbullah.

Di sisi lain, Hizbullah dilaporkan melancarkan serangan terhadap sebuah pangkalan udara di wilayah utara Israel.

Dengan korban jiwa yang terus bertambah dan wilayah terdampak yang semakin luas, situasi di Timur Tengah kian memanas. 

Hingga kini belum ada tanda deeskalasi, sementara angka 787 korban tewas menjadi gambaran nyata besarnya dampak konflik yang sedang berlangsung.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads