Wamenpar Ajak Pelaku Industri Perkuat Kolaborasi
Jakarta : Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengajak pelaku industri pariwisata memperkuat kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menghadirkan pengalaman wisata yang berkelanjutan dan bermakna bagi wisatawan.
“Fokus kita bukan semata pada angka kunjungan, tetapi pada pengalaman wisata yang bermakna dan berkelanjutan,” kata Ni Luh Puspa, Minggu, 8 Februari 2026. Menurutnya, pariwisata juga harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara luas.
Ajakan tersebut disampaikan Ni Luh Puspa saat membuka Astindo Travel Fair 2026 di ICE-BSD City, Tangerang, Banten. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan industri untuk menjaga tren positif pertumbuhan pariwisata Indonesia.
Menurut Ni Luh Puspa, pertumbuhan sektor pariwisata tidak dapat dicapai secara parsial. Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat menjadi fondasi dalam membangun usaha pariwisata yang berkualitas dan berdaya saing.
“Capaian yang diraih merupakan hasil kolaborasi yang baik dari seluruh pemangku kepentingan pariwisata,” ujarnya. Ia menilai kerja bersama menjadi kunci utama keberlanjutan sektor pariwisata nasional.
Berdasarkan data pemerintah, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang tahun 2025 mencapai 15,39 juta kunjungan. Angka tersebut tumbuh 10,80 persen dibandingkan capaian tahun 2024.
Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, perjalanan wisatawan domestik tercatat tumbuh 17,55 persen menjadi 1,20 miliar perjalanan.
Ni Luh Puspa menyebut Astindo Travel Fair 2026 sebagai momentum strategis menjaga pertumbuhan pariwisata Indonesia. Pameran ini dinilai mampu mempertemukan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem kolaboratif.
Astindo Travel Fair 2026 digelar pada 5–8 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti maskapai penerbangan, pengelola destinasi wisata, hotel dan resor, biro perjalanan, operator tur, hingga penyedia transportasi dan layanan pendukung pariwisata lainnya.
Selain peningkatan kunjungan wisatawan, Indonesia juga mencatat berbagai prestasi pariwisata sepanjang 2025. Total 154 penghargaan internasional berhasil diraih dalam berbagai kategori pariwisata.
“Ini merupakan kebanggaan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata Indonesia,” kata Ni Luh Puspa. Menurutnya, pengakuan internasional tersebut meningkatkan standar kualitas pariwisata nasional.
Ia menambahkan, citra positif pariwisata Indonesia di mata dunia akan berdampak langsung pada minat kunjungan wisatawan. Semakin baik reputasi pariwisata Indonesia, semakin besar peluang daerah tujuan wisata berkembang secara berkelanjutan.(*)

