Bolehkah Tidur setelah Makan Sahur? Begini Penjelasannya
Karawang : Sebelum melaksanakan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari, umat Islam dianjurkan untuk sahur. Rasulullah SAW sangat menekankan umatnya untuk melakukan sahur, karena terdapat keberkahan di dalamnya.
Sebagaimana dijelaskan dalam salah satu hadits, Rasulullah SAW bersabda:
تسحروا فإن في السحور بركة "رواه الشيخان
Artinya: "Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu mengandung keberkahan." (HR Bukhari dan Muslim)
Bolehkah Tidur setelah Sahur?
Pada dasarnya, terdapat sebuah hadits yang menjelaskan tentang tidurnya orang yang berpuasa dianggap sebagai ibadah. Berikut bunyi haditsnya:
نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةَ، وَصُمْتُهُ تَسْبِيحٌ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ
Artinya: "Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, doanya dikabulkan. Dan amalannya pun akan dilipatgandakan pahalanya."
Selain itu, dijelaskan dalam buku Setetes Embun Hikmah oleh Muhammad Arham. Hadits di atas sangat populer dikalangan umat Islam meskipun bernilai lemah.
Hal ini membuat banyak orang menjadikan hadits tersebut sebagai pembenaran. Terutama dalam memperbanyak tidur di bulan Ramadan karena dianggap sebagai ibadah.
Meskipun demikian, tidur bukanlah ibadah dan dinilai sebagai aktivitas mubah (boleh). Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa tidur hanyalah kebiasaan sejak kecil.
Tidur dapat bernilai ibadah jika diniatkan sebagai sarana penunjang ibadah. Misalnya, seseorang yang tidur karena khawatir puasanya rusak atau batal sebelum waktu berbuka.
Adapun tidur karena malas, tidur karena kekenyangan (habis sahur), dan tidur karena tidak ingin beraktivitas. Maka tidak bernilai sebagai ibadah bahkan dapat dinilai sebagai tidur yang tercela.
Dalam buku Fiqih Puasa oleh M. Hasyim Ritonga, umat Islam setelah selesai melaksanakan sahur dianjurkan untuk tidak langsung tidur. Berikan jeda pada organ tubuh agar mencerna makanan secara baik.
Alasannya, sewaktu tidur tubuh menjadi sangat rileks, yang membuat gerakan usus menjadi lambat sekali. Sementara kita makan hingga perut penuh.
Dengan begitu, metabolisme pencernaan menjadi terganggu, dikarenakan makanan terus-menerus berada di dalam usus. Terkadang pada saat sahur, perut juga terasa sangat begah (penuh).
Dalam kitab Ta'lim Al-Muta'allim, As-Syaikh Burhanuddin Al-Zarnujiy mengatakan, "Apabila engkau makan siang maka boleh engkau tidur setelahnya sekalipun di atas kepala kambing, dan apabila engkau makan malam maka berjalan atau berkelilinglah sekalipun di atas tembok (jangan langsung tidur)."
Selain itu, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk ta'khir sahur, yakni makan sahur dilakukan pada saat mendekati waktu subuh. Agar setelah selesai sahur umat Islam dapat langsung menunaikan salat Subuh dan tidak tidur lagi.
Tidak Langsung Tidur setelah Sahur
Setelah melaksanakan makan sahur, umat Islam tidak dianjurkan untuk tidur karena dapat menimbulkan dampak negatif. Terutama pada sistem pencernaan tubuh.
Setelah selesai melaksanakan makan sahur, sebaiknya umat Islam memperbanyak ibadah. Seperti membaca Al-Qur'an, dzikir, atau aktivitas bermanfaat di pagi hari, baik belajar, bekerja, maupun olahraga.(*)

