Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Wanita Paruh Baya di Bogor Tewas Tertimbun Longsor Tembok Penahan Tanah

Bogor: Seorang wanita paruh baya meninggal dunia akibat tertimbun longsoran Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Jero Kuta Kaum, RT 05 RW 13, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis, 29 Januari 2026.

Korban diketahui bernama Mimin Aminah (55), warga setempat. Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 18.20 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah Kota Bogor sejak pagi hari.

‎Korban diketahui bernama Mimin Aminah (55), warga setempat. Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 18.20 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah Kota Bogor sejak pagi hari.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqien menjelaskan bahwa longsor terjadi saat korban baru saja keluar rumah usai melaksanakan salat. Korban keluar untuk membereskan dagangan warung kecil yang biasa ia kelola di depan rumahnya.
‎"Waktu kejadian kondisi sedang hujan. Korban keluar rumah untuk membereskan dagangan, tiba-tiba TPT dari bebatuan yang berada tepat di depan rumahnya ambruk dan langsung menimpa korban.‎Kami tadi juga sempat ke rumah sakit untuk memastikan seluruh biaya pengobatan hingga pengurusan jenazah sudah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui BPJS,” ujar Jenal kepada wartawan, Kamis malam, 29 Januari 2026.
‎Melihat kondisi cuaca yang masih ekstrem dan berpotensi menimbulkan bencana susulan, Pemkot Bogor mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan warga yang tinggal di zona rawan untuk segera mengungsi. 
‎“Bagi rumah-rumah yang kondisinya mengkhawatirkan atau menggantung akibat abrasi tanah di beberapa titik, kami arahkan untuk segera pindah. Warga bisa mencari kontrakan sementara dan biayanya akan ditanggung oleh APBD melalui skema hunian sementara,” jelasnya.
‎Selain kejadian di Bondongan, Jenal mengungkapkan bahwa laporan bencana juga masuk dari sejumlah wilayah lain di Kota Bogor. Salah satunya adalah kerusakan akses jalan di kawasan Kedung Badak menuju Cilebut.
‎“Saat ini sedang dilakukan pemetaan apakah jalur tersebut masih bisa dilalui secara terbatas atau harus ditutup total demi keselamatan masyarakat,” katanya.
‎Lebih lanjut, Jenal menekankan pentingnya langkah mitigasi bencana yang bersifat permanen. Ia menyebutkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ke depan, Pemkot Bogor akan melakukan pemetaan ulang secara menyeluruh terhadap wilayah rawan bencana.
‎“Visi kami ke depan adalah merelokasi rumah-rumah warga yang berada di garis sempadan sungai dan tebing rawan longsor. Target utamanya memindahkan mereka ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) seperti di Cibuluh dan Menteng, agar tidak ada lagi korban jiwa akibat bencana serupa,” tegasnya.
‎Jenal juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Ia meminta warga yang tinggal di bantaran sungai maupun lereng tebing untuk segera mengevakuasi diri secara mandiri apabila muncul tanda-tanda alam yang membahayakan.(*)

Hide Ads Show Ads